zamZam Nuldyn lahir 30 Desember 1923 di Labuhan Deli. Ia meninggal di Medan, 11 Maret 1988  Ia menamatkan pendidikan HIS dan Mulo B Ivoorno di Medan,  juga menimba ilmu di Akademi Islam Indonesia dan Fak Hukum UISU (Universitas Islam Sumatera Utara) di Medan.  Meski begitu, ia lebih tertarik menekuni bakat lukisnya.

Sejak usia remaja di zaman Belanda, persisnya usia 16 tahun  pada tahun 1939, ia sudah membantu melukis untuk beberapa harian dan majalah, antara lain di  Taman Kanak-Kanak, Panji Pustaka, dan majalah Terang Bulan Surabaya

Sejak tahun 1954, cergamis bernama asli Zainal Abidin Muhammad ini kembali aktif membuat cergam di surat kabar Medan seperti  Warta Berita, Cerdas, Tangkas, Waspada, Harian Patriot  dan Mimbar Umum.  Salah satu karyanya yang dimuat di koran adalah Detektif Bahtar.

Pada masa awal pertumbuhan cergam Medan, Zam membuat tokoh Luana, sosok Tarzan perempuan. Pada akhirnya, ia lebih fokus menggarap cerita lokal. Eksplorasinya menggali kisah purba demikian fantastis. Salah satu ciri khasnya adalah lukisan dengan detail luar biasa. Ia membuat ornamen dan hiasan rumit yang memerlukan ketekunan di panel gambarnya. Karya pentingnya antara lain Dayang Pucuk Kelumpang dan Merak Jingga yang menyajikan panel-panel atraktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*