<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>henrykomik.com</title>
	<atom:link href="http://henrykomik.com/wp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://henrykomik.com/wp</link>
	<description>apresiasi komik Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 06:09:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Moh Radjien: Catatan Selintas</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2012/01/moh-radjien-catatan-selintas/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2012/01/moh-radjien-catatan-selintas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 01:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreator Komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1159</guid>
		<description><![CDATA[Mohammad Radjien. Nama cergamis ini (bisa jadi) tidak begitu dikenal penggemar komik Indonesia. Bahkan, disertasi Marcell Bonneff juga tidak menyinggung Radjien (apa boleh buat, ketika menulis tentang komik, mau enggak mau mesti menyinggung nama Bonneff, karena ia memang yang pertama kali mengkaji secara komprehensif tentang sejarah komik. Ia pula yang membuat peta perjalanan komik Indonesia. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-1160" href="http://henrykomik.com/wp/2012/01/moh-radjien-catatan-selintas/radjien/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1160" style="margin: 0px 10px;" title="radjien" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2012/01/radjien-279x300.jpg" alt="" width="279" height="300" /></a>Mohammad Radjien. Nama cergamis ini (bisa jadi) tidak begitu dikenal penggemar komik Indonesia. Bahkan, disertasi Marcell Bonneff juga tidak menyinggung Radjien (apa boleh buat, ketika menulis tentang komik, mau enggak mau mesti menyinggung nama Bonneff, karena ia memang yang pertama kali mengkaji secara komprehensif tentang sejarah komik. Ia pula yang membuat peta perjalanan komik Indonesia. Untuk itu, para pencinta komik Indonesia berutang budi kepadanya.)</p>
<p>Minimnya tulisan tentang komik membuat kita kesulitan mengenali para cergamis yang pernah punya kiprah penting. Tak heran sebenarnya bila kita juga kurang kenal dengan Moh Radjien. Itu sebabnya, satu-satunya cara untuk mengenali mereka adalah dengan cara menelisik dari karya-karyanya. Dengan referensi yang sangat terbatas dan dengan membaca karya Radjien yang  juga sangat tebatas, saya mencoba “membaca”Radjien.</p>
<p>Pertama kali, saya mencoba membaca, kapan Moh Radjien berkarya. Dari 10 judul karyanya yang saya baca, tak semuanya tertera tahun penerbitan. Maling Caluring tertulis terbit tahun 1961. Lalu, di komik <em>Sri Tandjung</em> tertulis tahun penerbitannya yaitu tahun 1962.  Di judul komik lainnya tahun tak tertulis tapi saya tertolong dengan ketelitian pemilik komik ini yang di salah satu halaman menuliskan kapan ia mengoleksinya. Antara lain komik<em> Timun Mas </em>(1962), <em>Maling Tjaluring</em> (1962), <em>Putri Indreswari</em> (1963). Sedikit data ini menunjukkan bahwa Radjien berkarya di tahun 60-an.</p>
<p>Kedua, saya coba menyimak karya-karyanya. Antara lain berjudul <em>Timun Emas, Ketek Ogleng,</em> dan <em>Dalang Gambuh Asmara</em>. Dalam lakon ini, Radjien mengisahkan kembali cerita Panji yang sudah sangat dikenal masyarakat. Sebagaimana diketahui, lakon Panji tumbuh di masa kerajaan di Jawa Timur dan mengisahkan tentang perjalanan asmara Panji Asmarabangun dan Galuh Candra Kirana. (sebagian komik Radjien karyanya ditulis oleh Poerwadhi Atmodihardjo)</p>
<p>Cerita panji begitu menarik para peneliti untuk mengkajinya. Kisah ini buah karya pujangga asli Nusantara (bukan kisah dari India seperti Mahabharata dan Ramayana). Ia lahir di masa Majapahit. Latar kisah ini adalah seputar kerajaan Daha, Jenggala, dan seterusnya. Beberapa ahli menuliskan, kisah ini sudah ada di abad 12, dan ada juga yang menuliskan abad 14. Sebagian kisahnya tertera dalam relief di beberapa candi di Jawa Timur.</p>
<p>Begitu populernya kisah panji, ia kerap hadir di cerita-cerita ketoprak. Bahkan, juga di wayang gedok. Selanjutnya, kisah panji muncul dalam berbagai versi. Kisah panji yang populer di masyarakat bisa disebut Ande-Ande Lumut, Keong Emas, dan Golek Kencana. Dari Jawa Timur, kisah panji menyebar sampai ke Bali, Kalimantan, bahkan sampai ke Thailand.</p>
<p>Selain itu, karya Radjien lainnya berjudul Hardjotani. Ini juga cerita yang berdasarkan kisah yang sudah populer yaitu masa Surakarta Hadiningrat menjelang akhir abad 19. Karya berikut <em>Keris Sakti Kyai Sengkelat, </em>Radjien mengisahkan riwayat keris sakti yang kemudian kondang dimiliki oleh Kerajaan Demak ini. Mencermati sebagian karyanya ini, Radjien merupakan komikus yang serius menggarap lakon-lakon legenda atau babat.</p>
<p>Karya-karya Radjien diterbitkan oleh Penerbit Grip, Penerbit Usaha Modern, Penerbit Warga, Penerbit Pustaka Harapan, yang semuanya dari Surabaya. Dari sini tersimpulkan, Radjien tumbuh di Surabaya atau setidaknya di Jawa Timur.</p>
<p>Dengan melihat masa dia berkarya ditambah kecenderungan karyanya, Radjien masuk dalam fase yang disebut Bonneff ‘Kembali ke Sumber Kebudayaan Nasional.’ Sebagaimana terutulis dalan risalah komik, periode awal komik Indonesia ditandai dengan karya komik yang terpengaruh oleh Barat (antara lain Sri Asih, Siti Gahara karya RA Kosasih yang lahir tahun 1954, Putri Bintang, Garuda Putih karya John Lo dan komik lain yang dipengaruhi kisah Flash Gordon.)</p>
<p>Kala itu, komik jenis ini mendapat tantangan dan kritik keras dari para pendidik. Penerbit Melodie dari Bandung menjawab kritik ini dengan menerbitkan komik wayang karya Kosasih dan John Lo di tahun 1954 dan 1955. Muncullah kemudian genre wayang yang sangat mewarnai komik Indonesia masa itu, dengan Melodie sebagai penerbit terdepan dan menjadi sang pelopor.</p>
<p>Selanjutnya, selain kisah wayang Kosasih dan komikus yang muncul belakangan juga menggarap kisah-kisah panji. Kita mengenali karya Kosasi seperti <em>Ande-Ande Lumut, Damar Wulan, Panji Semirang</em>, dan seterusnya. Masyarakatnya menyebutnya sebagai babad, sebuah kisah karya pujangga lama yang berbasis pada kisah nyata di masa kerajaan zaman itu. Lakon babad berhubungan dengan kisah-kisah seputar kerajaan. Hadir pula lakon komik berlandaskan dongeng.</p>
<p>Komik yang bernapaskan “kebudayaan nasional” ini begitu disukai masyarakat. Oleh karena bertumpu pada kisah-kisah yang tumbuh di negeri sendiri, tak ada alasan dari penentang komik untuk menolaknya. Komik pun tumbuh subur.</p>
<p>Terinspirasi kesuksesan penerbit Melodie Bandung, pada waktu itu, banyak tumbuh penerbit dari Surabaya dan beberapa kota lain. Tampak benderang, Radjien tumbuh dalam masa setelah Kosasih, namun masih dalam napas yang sama. Ia masuk dalam wilayah komik panji. Seiring proses kreatifnya, lakon bernapas kesejarahan (bukan panji) juga menjadi wilayah garapan Radjien.</p>
<p>Salah satunya terlihat dari lakon sejarah yang terjadi di masa Surakarta Hadiningrat di akhir abad 19. Judulnya Hardjotani Robinhood Indonesia yang disebut sebagai kisah yang sungguh-sungguh terjadi. Ini kisah tentang ksatria yang menjadi pencuri para orang kaya yang berselingkuh dengan pihak kolonial Belanda. Sebagaimana kisah maling budiman yang terserak di berbagai wilayah, Hardjotani juga membagikan harta jarahannya kepada rakyat jelata.</p>
<p>Bila menyimak dari karya Radjien yang diterbitkan beberapa penerbit, yang bisa kita lihat adalah, ia termasuk komikus yang berpengaruh di Surabaya. Karya-karyanya (sangat mungkin) adalah karya yang laku dan di masanya punya penggemar tersendiri (setidaknya penggemar di Jawa Timur.) Ia (tampak) termasuk komikus yang menjadi andalan para penerbit.</p>
<p>Menyimak karya-karyanya seperti Sri Tanjung, Radjien sebenarnya pantas menjadi komikus bermutu. Gambarnya pun punya karakter tersendiri dengan bidang gambar yang jarang dibiarkan kosong. Ia begitu telaten mengisi panel-panelnya dengan latar yang sering dekoratif. Tentu, ini membutuhkan ketekunan tersendiri.</p>
<p>Ingin pula saya tuliskan, Radjien berkarya ketika format komik baik ukuran maupun panelnya “belum seragam” dengan dua panel itu. Komik Radjien berukuran 14 x 19,5 cm, 14,5 x 20,5 cm, 15 x 20,5 cm, bahkan berformat lebar 18,5 x 26,5 cm. Dengan format ini, Radjien mengisi tiap lembar halamannya dengan multi panel. Kadang satu halaman berisi 3 panel, 4 panel, 5 panel, dan 6 panel, dan di komik lebarnya ia membuat satu halaman dengan 12 panel.</p>
<p>Dari catatan selintas ini, saya ingin mengatakan ada sosok nama yang</p>
<p>karya-karyanya pantas dikenang: Moh Radjien.</p>
<p>Karya-karya Moh Radjien</p>
<p>1.      Maling Caluring, cerita Poerwadhi atmodihardjo, Fa Usaha Modern, Surabaya, 30 halaman, 1961</p>
<p>2.      Hardjotani Robinhood Indonesia, Penerbit Warga, Surabaya, 30 halaman</p>
<p>3.      Putri Indreswari, Usaha Modern, Surabaya, 30 halaman, 1963 (catatan pemilik awal)</p>
<p>4.      Gambuh Asmara, Usaha Modern, Surabaya, 30 halaman</p>
<p>5.      Sri Tanjung, Pustaka Harapan, Surabaya, 1962, dua buku masing-masing 30 halaman</p>
<p>6.      Timun Emas, bagian pertama, Fa Warga, Surabaya, 1962 (catatan pemilik awal), 30 halaman</p>
<p>7.      Timun Emas, bagian kedua, Fa Warga, Surabaya, 1962 (catatan pemilik awal), 30 halaman</p>
<p>8.      Ketek Ogleng (lanjutan Timun Emas), Fa Warga, Surabaya, 30 halaman</p>
<p>9.      Dewi Limaran, Warga, gabungan trilogi Timun Emas</p>
<p>10.  Dalang Gambuh Asmara, Usaha Modern Surabaya, 30 halaman</p>
<p>11.  Keris Sakti Kyai Sengkelat, Grip Surabaya, 30 halaman</p>
<p>12. 17 Agustus 1945, Grip, 32 halaman, 1963</p>
<p>Kembang Larangan, 30 Januari 2012</p>
<p>Catatan: saya sungguh berharap ada sahabat yang bersedia melengkapi tulisan ini agar sosok Moh Radjien lebih tergambar jelas.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Moh Radjien: Catatan Selintas</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2010/09/timun-emas/" rel="bookmark">Timun Emas</a></h3><p>Judul : Timun Emas Oleh : Moh. Radjien Tebal : 2 jilid, tiap jilid 30 halaman Ukuran komik: 15 cm x 20,5 cm Penerbit : ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2010/09/damar-wulan/" rel="bookmark">Damar Wulan</a></h3><p>Judul : Damar Wulan Ngarit (jilid 1) Oleh : Moh. Radjien Tebal : 46 halaman Ukuran komik: 15,5 cm x 21,5 cm Penerbit : Firma ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/05/sejumput-tentang-penerbit-1-pt-gramedia/" rel="bookmark">Sejumput tentang Penerbit (1): PT Gramedia</a></h3><p>Komikus membutuhkan penerbit untuk memperkenalkan karyanya. Dalam tulisan singkat ini, saya mencoba mengungkapkan penerbit siapa saja yang ikut berjasa dalam penerbitkan komik Indonesia, terutama era ...</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2012/01/moh-radjien-catatan-selintas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perspektif Baru Godam</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/perspektif-baru-godam/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/perspektif-baru-godam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Sep 2011 14:53:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[baca komik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Judul komik: Godam Reborn, Godam VS Godam Produksi: Metha Studio, Yogyakarta Cerita &#38; Skenario: Sungging Sket: Hasmi dan Dwi Jink Aspitono Penintaan: Dwi Jink Pewarnaan: Dwi Jink, Berny Julianto, Aries Wenda Cetakan Pertama: 2011 Tebal: Godam adalah superhero legenda.  Di masanya, kepopuleran Godam ciptaan Wid NS dan Gundala (karya Hasmi) memimpin jajaran tokoh superhero di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a rel="attachment wp-att-1150" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/perspektif-baru-godam/godam/"><img class="alignleft size-medium wp-image-1150" title="godam" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/godam-215x300.jpg" alt="" width="215" height="300" /></a>Judul komik: Godam Reborn, Godam VS Godam</em></p>
<p><em>Produksi: Metha Studio, Yogyakarta</em></p>
<p><em>Cerita &amp; Skenario: Sungging</em></p>
<p><em>Sket: Hasmi dan Dwi Jink Aspitono</em></p>
<p><em>Penintaan: Dwi Jink</em></p>
<p><em>Pewarnaan: Dwi Jink, Berny Julianto, Aries Wenda</em></p>
<p><em>Cetakan Pertama: 2011</em></p>
<p><em>Tebal: </em></p>
<p>Godam adalah superhero legenda.  Di masanya, kepopuleran Godam ciptaan Wid NS dan Gundala (karya Hasmi) memimpin jajaran tokoh superhero di era tahun 70-an. Kehadiran Godam dan Gundala menginspirasi banyak komikus lain. Bahkan, dua superhero ini sering “dipinjam” untuk menemani superhero baru yang muncul setelahnya, semisal Kapten Halilintar (Jan Mintaraga), Rado (Ricky NS), Bantala (Nurmi Ambardi), Tira (Nono GM) dan masih banyak lagi.</p>
<p>Semula, Wid NS lebih dulu melahirkan tokoh Aquanus. Namun, Godam yang lahir pertama kali tahun 1969 justru lebih dulu meledak. Kepopulerannya ini membuat Marcell Bonneff dalam disertasinya tentang Komik Indonesia memberi catatan khusus pada Wid NS. Bonneff menyebut Wid NS dan Hasmi sebagai komikus langka yang menggarap komik dengan genre yang disebutnya: fiksi ilmiah.</p>
<p>Kategori ini memungkinkan terjadinya perdebatan mengingat fiksi ilmiah ala Wid NS dan Hasmi, sangat berbeda dengan fiksi ilmiah di dunia barat sana. Hasmi sendiri dengan rendah hati mengatakan, andai disebut fiksi ilmiah, sebenarnya pijakannya sangat lemah. Sesuai dengan alam Indonesia sebagai bangsa agraris, Godam dan Gundala lebih pas mengikuti pola seperti tokoh-tokoh sakti dalam legenda cerita rakyat yang kesaktian tokohnya diteguhkan oleh para dewa. Dua tokoh ini pun tidak muncul dalam riwayat ilmiah seperti misalnya Superman, Hulk, atau Fantastic Four.</p>
<p>Untuk Godam, ia merupakan wujud hero dari sosok seorang sopir bernama Awang. Dalam episode awal cerita Godam berjudul Doktor Setan, Wid NS mengisahkan bahwa Awang adalah pria yatim-piatu yang sejak lahir belum pernah melakukan kejahatan. Dikisahkan Awang berteduh di sebuah bangunan (gereja) kuno saat hujan lebat. Saat itulah ia didatangi roh dalam wujud seorang kakek yang kemudian disapa Awang dengan sebutan Bapa Kebenaran. Awang dianugerahi cincin ajaib yang bila dikenakan di jarinya akan mengubahnya menjadi Godam</p>
<p>Dalam lingkungan kultur Indonesia lebih tepatnya Jawa, Godam berpetualang di sepanjang 15 episode mulai dari <em>Doktor Setan</em> (1969) sampai <em>Setan</em> (1980), Wid NS  menuturkan asal-usul Godam justru di pengujung kisah Godam. Yaitu dalam judul <em>Tirani Biru di Negeri Godam</em> dan <em>Setan</em>. Sebenarnya masih ada satu juduli, <em>Ujian Buat Awang</em>, namun Wid NS yang lahir 22 November 1938, baru menggarap beberapa halaman, sampai akhirnya berpulang 26 Desember 2003.</p>
<p>Secara garis beras, petualangan Godam dibagi dalam dua dimensi: petualangan di bumi dan planet (alam) lain. Saat di bumi inilah ia kerap tampil dalam petualangan berbau mistis dengan lawan abadinya bernama roh setan atau roh jahat. Aroma mistis dipadu Wid NS dengan lanskap modern dengan simbol semisal robot, pesawat canggih, senjata modern dan seterusnya.</p>
<p>Dengan kepandaian Wid NS bertutur ditambah sisi art dengan gambar naturalis bergaya Timur yang detail, Godam pun begitu melekat di hati banyak penggemarnya, hingga hari ini.</p>
<p>Tatkala komik Indonesia dalam masa senjakala alias meredup, pelan-pelan Godam hanya ada dalam ingatan pembacanya. Sosoknya pun hanya samar-samar dikenali oleh generasi sekarang, sampai ada upaya untuk menerbitkan kembali jejak petualangannya. Dan, Sungging putra Wid NS melahirkan kembali sosok Godam lewat Godam Reborn. Kemunculan Godam baru ini telah memasuki episode ketiga, yakni <em>Godam VS Godam</em>.</p>
<p>Berbeda dengan Godam klasik, Godam Reborn mencoba perspektif baru. Kemunculannya tidak lagi dalam “proses peneguhan dari dewa” tapi mencoba menggali “fiksi ilmiah” Ia tercipta dari sebuah proses “paradigma teknologi” Perbedaan dengan Godam klasik, kisah Godam sampai di buku ketiga ini tidak berada dalam alur mistik. Sungging mencoba lebih aktual dalam menuturkan kisahnya.</p>
<p>Dari sisi setting cerita, Godam Reborn menggenggam betul warna lokal dengan memanfaatkan beragam lanskap Yogyakarta. Ia berbeda dengan Godam klasik dimana Wid NS masih samar-samar menjelaskan lokasi cerita. Awalnya, Wid NS tampak “memfiktifkan” lokasi cerita.</p>
<p>Maka itu, lewat Godam Reborn, pembaca akan disuguhi lokasi real Jogja seperti Gedung Pusat UGM, Stasiun Tugu, jalan layang Janti, dan wajah-wajah kota. Realitas itu begitu kongkret berkat sentuhan para ilustrator yang digarap Hasmi dan Dwi Jink Aspitono, plus penataan warna Aries Wendha dan Berny Julianto.</p>
<p>Upaya merekatkan 15 petualangan Godam klasik menuju Godam Reborn, secara cerdik diikat dengan sebuah benang merah: kemunculan Awang. Muncullah Awang sepuh yang secara manusiawi dilukiskan sudah letih berperan menjadi Godam. Awang bermaksud menyerahkan cincin ajaibnya kepada Bapa Kebenaran. Awang ingin hidup tenang dan bahagia bersama wanita pujaannya yang juga sama-sama berusia senja. Ini juga bagian kreativitas Sungging “memanusiawikan”  hero karya sang ayahanda.</p>
<p>Tanpa banyak catatan lagi,silakan pembaca membaca sendiri kisah menarik ini. Kisah kemanusiaan Awang dipadu dengan karakter Godam Reborn seperti Pandu, Giri, Narung, atau si antagonis Soma.</p>
<p>Sebuah kisah kemanusiaan dengan paduan dendam, ambisi kejahatan, yang di sana-sini diselipi humor segar. Apakah Godam Reborn juga akan melegenda seperti Godam klasik?  Rasanya ini tidak terlalu penting. Yang pasti, Godam Reborn sudah mengisi dan menjadi bagian dari riwayat komik Indonesia yang mencoba terus menggeliat.</p>
<p>(Sebuah Catatan untuk Godam VS Godam)</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Perspektif Baru Godam</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/" rel="bookmark">Godam Gadungan</a></h3><p>64 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/tirani-biru-di-negeri-godam/" rel="bookmark">Tirani Biru di Negeri Godam</a></h3><p>12 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1979</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-dengan-raksasa-colosy/" rel="bookmark">Godam dengan Raksasa Colosy</a></h3><p>96 halaman UP Kentjana Agung 1970</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/perspektif-baru-godam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memburu Doktor Setan</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:24:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[128 halaman UP Kentjana Agung 1969 Posts Related to Memburu Doktor SetanGodam Gadungan64 halaman UP Kentjana Agung 1969Kaum Teroris65 halaman UP Kentjana Agung 1969Mencari Jejak Mayat2 jilid per jilid 64 halaman UP Kentjana Agung 1970]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1146" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/1-memburu-doktor-setan-128-halaman-up-kentjana-agung-1969/"><img class="size-medium wp-image-1146 aligncenter" title="1. Memburu Doktor Setan, 128 halaman, UP Kentjana Agung, 1969" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/1.-Memburu-Doktor-Setan-128-halaman-UP-Kentjana-Agung-1969-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">128 halaman</p>
<p style="text-align: center;">UP Kentjana Agung 1969</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Memburu Doktor Setan</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/" rel="bookmark">Godam Gadungan</a></h3><p>64 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/" rel="bookmark">Kaum Teroris</a></h3><p>65 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/mencari-jejak-mayat/" rel="bookmark">Mencari Jejak Mayat</a></h3><p>2 jilid per jilid 64 halaman UP Kentjana Agung 1970</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Godam Gadungan</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:23:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[64 halaman UP Kentjana Agung 1969 Posts Related to Godam GadunganGodam dengan Raksasa Colosy96 halaman UP Kentjana Agung 1970Kaum Teroris65 halaman UP Kentjana Agung 1969Memburu Doktor Setan128 halaman UP Kentjana Agung 1969]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1141" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/2-godam-gadungan-64-halaman-up-kentjana-agung-1969/"><img class="size-medium wp-image-1141 aligncenter" title="2. Godam Gadungan, 64 halaman, UP Kentjana Agung, 1969" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/2.-Godam-Gadungan-64-halaman-UP-Kentjana-Agung-1969-221x300.jpg" alt="" width="221" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">64 halaman</p>
<p style="text-align: center;">UP Kentjana Agung 1969</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Godam Gadungan</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-dengan-raksasa-colosy/" rel="bookmark">Godam dengan Raksasa Colosy</a></h3><p>96 halaman UP Kentjana Agung 1970</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/" rel="bookmark">Kaum Teroris</a></h3><p>65 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/" rel="bookmark">Memburu Doktor Setan</a></h3><p>128 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaum Teroris</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:21:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1136</guid>
		<description><![CDATA[65 halaman UP Kentjana Agung 1969 Posts Related to Kaum TerorisGodam Gadungan64 halaman UP Kentjana Agung 1969Memburu Doktor Setan128 halaman UP Kentjana Agung 1969Mencari Jejak Mayat2 jilid per jilid 64 halaman UP Kentjana Agung 1970]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1137" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/3-kaum-teoris-65-halaman-up-kentjana-agung-1969/"><img class="size-medium wp-image-1137 aligncenter" title="3. Kaum Teoris, 65 halaman, UP Kentjana Agung, 1969" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/3.-Kaum-Teoris-65-halaman-UP-Kentjana-Agung-1969-221x300.jpg" alt="" width="221" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">65 halaman</p>
<p style="text-align: center;">UP Kentjana Agung 1969</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Kaum Teroris</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/" rel="bookmark">Godam Gadungan</a></h3><p>64 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/" rel="bookmark">Memburu Doktor Setan</a></h3><p>128 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/mencari-jejak-mayat/" rel="bookmark">Mencari Jejak Mayat</a></h3><p>2 jilid per jilid 64 halaman UP Kentjana Agung 1970</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Jejak Mayat</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/mencari-jejak-mayat/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/mencari-jejak-mayat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1132</guid>
		<description><![CDATA[2 jilid per jilid 64 halaman UP Kentjana Agung 1970 Posts Related to Mencari Jejak MayatGodam Gadungan64 halaman UP Kentjana Agung 1969Kaum Teroris65 halaman UP Kentjana Agung 1969Memburu Doktor Setan128 halaman UP Kentjana Agung 1969]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1133" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/mencari-jejak-mayat/4-mencari-jejak-mayat-2-jilid-64-halaman-up-kentjana-agung-1970/"><img class="size-medium wp-image-1133 aligncenter" title="4. Mencari Jejak Mayat, 2 jilid @64 halaman, UP Kentjana Agung, 1970" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/4.-Mencari-Jejak-Mayat-2-jilid-@64-halaman-UP-Kentjana-Agung-1970-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">2 jilid per jilid 64 halaman</p>
<p style="text-align: center;">UP Kentjana Agung 1970</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Mencari Jejak Mayat</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/" rel="bookmark">Godam Gadungan</a></h3><p>64 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/" rel="bookmark">Kaum Teroris</a></h3><p>65 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/" rel="bookmark">Memburu Doktor Setan</a></h3><p>128 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/mencari-jejak-mayat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Godam dengan Raksasa Colosy</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-dengan-raksasa-colosy/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-dengan-raksasa-colosy/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:16:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[96 halaman UP Kentjana Agung 1970 Posts Related to Godam dengan Raksasa ColosyGodam Gadungan64 halaman UP Kentjana Agung 1969Kaum Teroris65 halaman UP Kentjana Agung 1969Memburu Doktor Setan128 halaman UP Kentjana Agung 1969]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1128" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-dengan-raksasa-colosy/5-godam-dengan-raksasa-colosy-96-halaman-up-kentjana-agung-1970-2/"><img class="size-medium wp-image-1128 aligncenter" title="5. Godam dengan Raksasa Colosy, 96 halaman, UP Kentjana Agung, 1970" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/5.-Godam-dengan-Raksasa-Colosy-96-halaman-UP-Kentjana-Agung-19701-220x300.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">96 halaman</p>
<p style="text-align: center;">UP Kentjana Agung 1970</p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Godam dengan Raksasa Colosy</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-gadungan/" rel="bookmark">Godam Gadungan</a></h3><p>64 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/kaum-teroris/" rel="bookmark">Kaum Teroris</a></h3><p>65 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/memburu-doktor-setan/" rel="bookmark">Memburu Doktor Setan</a></h3><p>128 halaman UP Kentjana Agung 1969</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/godam-dengan-raksasa-colosy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Robot Penakluk</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/robot-penakluk/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/robot-penakluk/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1121</guid>
		<description><![CDATA[4 jilid per jilid 60-an halaman Prasidha 1972 Posts Related to Robot PenaklukGAS9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1978Setan6 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1980Panik9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1976]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1122" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/robot-penakluk/6-robot-penakluk-4-jilid-tiap-jilid-60-an-halaman-up-prasidha-1972/"><img class="size-medium wp-image-1122 aligncenter" title="6. Robot Penakluk, 4 jilid tiap jilid 60-an halaman, UP Prasidha, 1972" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/6.-Robot-Penakluk-4-jilid-tiap-jilid-60-an-halaman-UP-Prasidha-1972-220x300.jpg" alt="" width="220" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">4 jilid per jilid 60-an halaman</p>
<p style="text-align: center;">Prasidha 1972</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Robot Penakluk</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/gas/" rel="bookmark">GAS</a></h3><p>9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1978</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/setan/" rel="bookmark">Setan</a></h3><p>6 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1980</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/panik/" rel="bookmark">Panik</a></h3><p>9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1976</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/robot-penakluk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mata Sinar X</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/mata-sinar-x/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/mata-sinar-x/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1116</guid>
		<description><![CDATA[4 jilid per jilid 60-an halaman Prasidha, 1974 Posts Related to Mata Sinar XGAS9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1978Setan6 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1980Panik9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1976]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1117" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/mata-sinar-x/7-mata-sinar-x-4-jilid-tiap-jilid-60-an-halaman-up-prasidha-1973/"><img class="size-medium wp-image-1117 aligncenter" title="7. Mata Sinar X, 4 jilid tiap jilid 60-an halaman, UP Prasidha, 1973" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/7.-Mata-Sinar-X-4-jilid-tiap-jilid-60-an-halaman-UP-Prasidha-1973-218x300.jpg" alt="" width="218" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">4 jilid per jilid 60-an halaman</p>
<p style="text-align: center;">Prasidha, 1974</p>
<p style="text-align: center;">
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Mata Sinar X</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/gas/" rel="bookmark">GAS</a></h3><p>9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1978</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/setan/" rel="bookmark">Setan</a></h3><p>6 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1980</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/panik/" rel="bookmark">Panik</a></h3><p>9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1976</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/mata-sinar-x/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bocah Atlantis</title>
		<link>http://henrykomik.com/wp/2011/09/bocah-atlantis/</link>
		<comments>http://henrykomik.com/wp/2011/09/bocah-atlantis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Sep 2011 16:10:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>henry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wid NS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://henrykomik.com/wp/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[8 jilid per jilid 60-an halaman Prasidha 1975 Posts Related to Bocah AtlantisGAS9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1978Setan6 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1980Panik9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1976]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-1113" href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/bocah-atlantis/8-bocah-atlantis-8-jilid-tiap-jilid-60-an-halaman-up-prasidha-1975/"><img class="size-medium wp-image-1113 aligncenter" title="8. Bocah Atlantis, 8 jilid tiap jilid 60-an halaman, UP Prasidha, 1975" src="http://henrykomik.com/wp/wp-content/uploads/2011/09/8.-Bocah-Atlantis-8-jilid-tiap-jilid-60-an-halaman-UP-Prasidha-1975-216x300.jpg" alt="" width="216" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: center;">8 jilid per jilid 60-an halaman</p>
<p style="text-align: center;">Prasidha 1975</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Bocah Atlantis</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/gas/" rel="bookmark">GAS</a></h3><p>9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1978</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/setan/" rel="bookmark">Setan</a></h3><p>6 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1980</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://henrykomik.com/wp/2011/09/panik/" rel="bookmark">Panik</a></h3><p>9 jilid per jilid 48 halaman Prasidha, 1976</p></div></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://henrykomik.com/wp/2011/09/bocah-atlantis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

