Baratayuda 4: Perundingan Tengah Malam
Judul komik: Baratayudha 4 Perundingan di Tengah Malam
Produksi: Caravan Studio
Penulis: Andik Prayogo
Gambar: Rahmat M Handoko, Julia Laud, Arif Numbo
Warna: Rizal Algren, Blue Monkey Studio, Lasahido & Fandi
Teks: Adrian
Ukuran komik: 15 cm x 23 cm
Tebal: 64 halaman
Penerbit: Unima
Tahun: Maret 2011
Pesta pernihakan Abimanyu – Dewi Utari berlangsung meriah. Masa pengasingan keluarga Pandawa pun sudah usai. Tiba saatnya keluarga Pandawa meminta kembali haknya atas istana Indrapasta. Keluarga Pandawa merundingkan tentang kemungkinan mengambil kembali haknya. Yudistira sebenarnya memilih untuk mengalah. Namun, persoalan lebih dari sekadar mengalah. Ada sejumlah harga diri yang mesti dituntaskan.
Inilah yang menjadi inti cerita dari Baratayuda yang memasuki buku keempat. Di luar alur cerita menuju skenario Perang Baratayuda, si penulis naskah Andik Prayogo dengan cerdik mengajak pembaca “bermain-main” dengan melihat tingkah laku rakyat yang selama ini jarang diperlihatkan oleh penulis kisah komik wayang.
Misalnya saja tentang polah canda para embank, kelucuan prajurit yang digoda emban gemuk, persahabatan si kembar dampit Jaras Dyhara dan Asoka dengan hewan kesayangan. Kisah-kisah ringan yang menyegarkan suasana. Andik mencoba bercerita dengan bahasa kanak-kanak yang segar.
Tak mudah sebenarnya bercerita untuk pembaca kanak-kanak atau pembaca awam tentang cerita wayang, sementara kisah wayang sendiri memiliki bangunan cerita yang kompleks. Apalagi, Andik mengaku adanya rambu-rambu untuk tidak mengisahkan berbagai persoalan yang tidak sesuai dengan pembacanya.
Dengan berbagai rambu inilah kisah diolah. Butuh pemahaman utuh tentang kisah epos besar ini, bagaimana menyunting dan menonjolkan kisah-kisah penting tanpa kehilangan spirit cerita. Sampai di sini, tim Caravan sudah lumayan mulus melaluinya. Alur ke depan yang makin kompleks akan menguji kemampuan tim ini mengisahkannya dengan bahasa sederhana. Kita tunggu cerita berikutnya.
Kembang Larangan, 3 April 2011
1 Comment
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.

Terima kasih Mas Henry atas ulasannya.
Hal ini membuat tim kami semakin bersemangat menyelesaikan buku-buku selanjutnya.
Salam,
Andik Prayogo