Musibah Pesawat dalam Tiga Sketsa

Judul komik: Langit, Bumi,  Samudra

Karya: a.k.a

Cerita: Arm

Sketsa: Almie

Tinta & tone: Kai

Penerbit: PT Gramedia (m&c Koloni)

Cetakan pertama: 2010

Tebal: tak tertera

Ukuran: 11 cm X 17,5 cm

Seorang remaja pria terbang di angkasa, ditemani mega-mega dan burung-burung. Namun, ia bukan sosok  superhero. Bahkan, ia sendiri heran, kenapa bisa mengangkasa. Inilah adegan pembuka komik ini. Cerita yang oleh penerbitnya digolongkan misteri, di beberapa halaman pembuka, tampaknya memang menyimpan misteri.

Pelan-pelan misteri diurai, lewat sebuah proses kilas balik. Si pelajar  anak dokter, di saat melayang itu ingat dihujat karena nilai pelajarannya pas-pasan.Disingkiri kawan-kawannya. Terasing ketika bersama kawan-kawan sekolahnya dalam perjalanan wisata, naik pesawat menuju Kapuas. Duduk bersebelahan dengan anak kecil yang terbang sendirian. Lalu, saat pesawat di angkasa, tiba-tiba dhuarr.

Si remaja heran, melihat pramugrari dan penumpang lain juga terbang, melayang-layang. Ia jadi sadar, teringat teriakan keluh kesakitan usai bunyi dhuarr tadi. Sadarlah ia, pesawat yang ditumpangi mengalami kecelakaan. Tahulah ia, ia sebenarnya dalam perjalanan terbang menuju keabadian. Sempat terbersit sesal karena merasa perjalanan hidupnya sia-sia.

Namun, ia tersadarkan, di detik terakhir hidupnya, ada sesuatu yang berarti, yang ia lakukan. Saat musibah kecelakaan terjadi, ia melindungi anak kecil, sahabat barunya di pesawat. Si bocah selamat. Si remaja pun tersenyum, ia masih punya arti. Kematian yang indah.

Bagian kedua kisah, latar di daratan sebuah hutan. Juga seorang remaja pria yang mengalami peristiwa-peristiwa aneh. Senada dengan bagian pertama komik ini. Kecelakaan pesawat, membuat ia terdampar di hutan. Sosoknya, menyaksikan dirinya terbaring tak bernyawa.

Bagian ketiga cerita, kali ini remaja putri, juga mengalami peristiwa gaib. Ia menyelami lautan, bersua hewan-hewan laut. Ingatan melayang, saat naik pesawat bersama kedua orangtuanya. Seperti kisah kedua, ia menyaksikan dirinya terkulai di pangkuan orang tuanya. Saat pesawat yang ditumpanginya nyungsep di lautan. Ia pun berusaha menolong orangtuanya, yang diambang menyusulnya ke alam kematian.

>>>

Komik yang ceritanya dibuat Arm ini, merupakan kisah tragedi kecelakaan pesawat, yang menelan banyak korban. Terinspirasi dari musibah kecelakaan pesawat Adam Air tahun 2007. Musibah tragis kecelakaan pesawat dalam perjalanan Surabaya-Manado.

Arm membuatnya dalam drama tragedi  tiga sketsa: musibah di langit, bumi, samodra. Kisah yang menyentuh, terutama di babak pertama: karena semangat indahnya pengorbanan. Agak kedodoran di kisah bagian kedua: karena sekadar “narasi” tanpa sentuhan. Lalu, menemukan kembali kekuatan di sketsa ketiga: karena ada upaya memberikan arti mengulurkan tangan.

Dalam catatan saya, ini tetap komik dengan kisah menarik. Cara bertutur yang unik. Sang pencerita sudah mampu membuat drama, ditambah panel-panel gambar yang tidak buruk.

Kembang Larangan, 22.3.2011

Random Posts

Comments (1)

  1. Arm says:

    Hai! ^^/

    Terima kasih atas reviewnya untuk Langit, Bumi, Samudra. Juga kritik dan komentarnya. Akan jadi bahan perbaikan untuk cerita saya di masa depan. ^^ Maaf baru bisa komen sekarang, baru tahu ada yang review komik ini, hehehe. ^^a Sekali lagi terima kasih.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

Flickr Photos

Featured Video