Is Yuniarto: Membuat Komik Wayang Carangan
Komikus kelahiran Semarang yang kini tinggal di Surabaya, Is Yuniarto (30), karyanya banyak dibicarakan di berbagai forum komik. Yang paling gres, karakter tokohnya Gatotkaca Garudayana masuk 10 besar Stan Lee’s Superhero Contest. Tahun lalu, ia Wacom Vehicle Design Award Winner sebuah kontes tingkat Asia Pacific.
Is memilih gambar style manga. Baginya, gaya gambar Jepang ini klik dengan para remaja, pembaca komik saat ini. Ada magic tersendiri dengan garis simple dengan karakter gambar tokoh dengan salah satu ciri mata besar membelalak itu. Yang menarik, dosen di beberapa universitas di Surabaya ini memadukan style manga dengan rasa lokal.
Ia begitu getol dengan komik wayang. Ia membuat Gatotkaca dengan rasa manga. Bisalah disebut ini cara Is mendekatkan diri dengan remaja sekarang. Komiknya Garudayana dengan tokoh utama Gatotkaca berhasil diterbitkan Koloni M&C tahun 2009. “Respons pembaca cukup bagus. Lewat Garudayana, saya ingin memperkenalkan wayang kepada remaja. Ceritanya, berlatar saat Pandawa dalam pengasingan. Lewat Garudayana, saya ingin membuat wayang carangan,” tutur Is.
Setahun berikutnya, Garudayana episode kedua juga diterbitkan Koloni. Sekarang, Is tengah merampungkan Garudayana seri ketiga. “Rencananya, Garudayana akan muncul dalam beberapa episode lagi,” kata Is yang serial Garudayana ini dinanti-nanti penggemarnya.
Kecintaan Is pada komik wayang sudah muncul sejak kecil. “Saya teringat dengan komik wayang yang saya baca saat kecil. Judulnya Wayang Purwa karangan S. Ardisoma. Wayang itu keren karena ada pertempuran, juga nama-nama senjata. Punya potensi besar untuk menarik minat anak-anak atau remaja. Tinggal bagaimana penyampaiannya,” kata alumni Universitas Petra Surabaya ini.
Ternyata, Garudaya sudah mempunyai riwayat yang cukup panjang. Tahun 2006, Is membuat komik pendek Garudayana yang meraih juara 1 lomba komik yang diadakan Majalah Animonster, Bandung. Komik ini dikembangkan lagi sampai diterbitkan M&C.
Sebelum komiknya berhasil diterbitkan penerbit besar, Is rajin membuat komik pendek yang diikutkan lomba komik. Diakui Is, beberapa karyanya tidak berhasil menang. Kumpulan komik pendek ini dibukukan Is dengan format fotokopian. Ada dua kumpulan komik pendeknya yang diberi judul Komikografi.
Lewat proses berliku, komik pertama is berhasil diterbitkan Elexmedia, judulnya Wind Rider. Bahkan, Is pernah mencoba membuat komik dan menerbitkan sendiri. Yaitu Knight of Apocalypse 1-3. Ia jadi paham, proses penerbitan komik sampai menjumpai pembacanya. “Seru juga pengalaman menerbitkan komik sendiri. Ada kepuasan tersendiri,” katanya.
Lewat medium komik, Is sanggup menyalurkan ekspresinya. “Saya sebenarnya introvert, susah bicara di depan umum. Lewat komik, saya bisa mengekspresikan apa yang tidak bisa saya sampaikan secara verbal,” ujar Is.
Selain kesibukan mengajar, Is mengaku akan terus berkomik. Baginya, komik sudah menjadi bagian hidup yang sulit dipisahkan lagi. Aktivitasnya yang palng gres, beberapa waktu lalu, ia ikut memajang karyanya dalam acara Cergamboree ketiga di Surabaya.
Kembang Larangan, 9-3-2011
Leave a Response
You must be logged in to post a comment.
