Koloni
Koloni terus melaju dengan penerbitan komik-komik lokalnya. Salut, karena belakangan ini, banyak komik-komiknya yang lebih beragam dari sisi tema, gaya cerita, dan mudah-mudahan gambar. Bahkan, banyak cerita yang berpijak pada budaya sendiri. Semisal Pancanaka, Dharmaputra Winehsuka, Intan Perawan Rimba, dan seterusnya. Label “koloni” yang diterakan di sampul depan, juga memudahkan calon pembeli komik nasional.
Hanya saja, beberapa judul komik Koloni yang saya beli belakangan ini, ada cacat. Tidak ada nomor halaman di lembar-lembar komiknya, malah di beberapa komik, tampak ada beberapa yang terpotongl. Seseorang yang ingin menuliskannya akan mengalami kesulitan. Sebab, misalnya saja akan membahas salah satu adegan, tidak ada “halaman berapa” adegan yang ingin dibahasnya itu. Tidak adanya “angka yang menunjuk halaman” juga tidak lazim di dunia perbukuan.
Ataukan “angka yang menunjuk halaman” ini terpotong? Mohon perhatiannya.

banyak terjadi di penerbitan komik pada umumnya mas, entah apa tujuannya, padahal penting banget mengetahui penanda halamannya, semoga menjadi masukan yang baik bagi Kolomi Komik