taguan-profilTaguan Hardjo lahir di Suriname, Amerika Selatan, 6 November 1939. Sejak tahun 1957  tinggal di Medan, Taguan mulai membuat komik dengan tokoh tupai yang diberi nama Tjip Tupai di Harian Waspada. Tahun 1958 membuat cergam  Mencari Musang Berjanggut di koran Waspada. Karyanya sukses luar biasa, bahkan ketika dibukukan juga mengalami cetak ulang dengan tiras puluhan ribu.

Ia tak punya akar Melayu sesuai salah satu spirit cergam Medan, namun justru itulah yang membuat berkarya dalam konteks lebih luas. Karya mengambil latar Nusantara, seperti Keualana berlatar Aceh, Dolores dengan latar Kalimantan, dan setting  Papua dalam Bencah Menggelegak.

Karya lainnya juga keluar dari arus utama.  Batas Firdaus disebut karya eksperimen ketika etika berhadapan dengan rasio. Lalu, Namanya Manusia tentang masa kegelapan usai hancurnya sebuah peradaban. Lewat  Morina, Taguan meneguhkan karyanya sebagai “nopel bergambar”  sebuah karya dengan semangat sastra.

Selain cerita dan lukisan berkualitas, Taguan juga tercatat cergamis generasi Medan paling produktif dengan jumlah karya 40-an judul.

Selengkapnya tentang Taguan Hardjo dan karyanya, temukan di buku Lintasan Cergam Medan, Catatan Seorang Kolektor.

Kembang Larangan, 1-12-2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*